SEMINAR NASIONAL: “PROFESIONALISME DOKTER : DALAM ASPEK MEDIKO-LEGAL DAN KOMUNIKASI EFEKTIF“
Jumat Desember 25th 2009, 15:32
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Sebagaimana dikutip dalam situs resmi IDI bahwa sikap tenaga medis yang ramah dan komunikatif adalah sebagian dari tuntutan pasien terhadap pelayanan rumah sakit dewasa ini. Seluruh jajaran dokter sampai rumah sakit diharapkan bersikap lebih ramah, komunikatif, dan informatif. Sayangnya, tidak semua RS (dan dokter) di dalam negeri memenuhi tuntutan tersebut.
Konsekuensi hukum yang tidak ringan hendaknya mengingatkan para dokter untuk membekali diri dalam melaksanakan tugasnya. Tuntutan kemajuan zaman akan pelayanan dokter yang lebih ramah, komunikatif, dan informatif tengah menjadi tren dalam pelayanan kesehatan internasional. Dan di sisi lain, dipungkiri atau tidak, profesi dokter merupakan sasaran finansial yang menarik bagi pihak yang tidak berkepentingan. Berangkat dari kenyataan tersebut, profesi dokter tidak hanya cukup dengan ilmu kedokteran semata. Tetapi juga diperlukan wawasan dan kewaspadaan tentang hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, kemampuan berkomunikasi secara efektif juga sangat diperlukan, karena seringkali dengan kemampuan komunikasi yang baik dapat menyelesaikan banyak masalah. Sehingga ada baiknya seorang dokter senantiasa meng”up-grade” keilmuan, wawasan hukum, serta kemampuan berkomunikasi efektif dalam bekerja secara lebih profesional. Profesionalisme dokter adalah tuntutan dalam pelayanan yang berorientasi pada masyarakat.

Mengingat, menimbang….dst…..maka FKUB akan menyelenggarakan SEMINAR NASIONAL: “PROFESIONALISME DOKTER : DALAM ASPEK MEDIKO-LEGAL DAN KOMUNIKASI EFEKTIF“ pada tanggal 20 Februari 2010.

Silakan dilihat brosurnya…..

brosur-seminar-mediko-legal-komunikasi_brief1



Mahasiswa Kedokteran jaman sekarang (susahnya jadi dokter masa kini…)
Rabu April 15th 2009, 10:40
Diarsipkan di bawah: uneg2

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) jaman sekarang bener2 dituntut bekerja keras untuk mencapai apa yang disebut sebagai dokter yang ‘kompeten’. Mereka harus belajar secara aktif, problem oriented, terintegrasi, dan komprehensif. Itupun harus ditambah dengan skill komunikasi yang baik. (Nah lho!) Diharapkan dengan kemampuan2 seperti itu, masyarakat akan sehat dan puas.

Tapi nampaknya ada ketidakadilan di sini. Masyarakat hanya mau buahnya saja. Mereka tidak mau (jarang yang mau) berpartisipasi dalam ‘membesarkan’ dokter-dokter yang berkualitas. Buktinya, banyak masyarakat yang enggan berhadapan dengan para koass (dokter muda) di RS pendidikan. Masyarakat mengangaap para koass itu hanya menjadikan pasien sebagai ‘alat’. Masyarakat juga menganggap koass tidak tahu apa-apa. Walhasil, beberapa ‘oknum’ masyarakat bersikap arogan atau asal-asalan ketika para koass itu melakukan tugasnya. Beberapa diantaranya bersikap lebih ekstrim : PINDAH RUMAH SAKIT!

Hal itu cukup memilukan hati. Percayalah, belajar di FK itu sangat sulit dan harus rajin. Dari segi jumlah materi sudah sangat banyak. Kemudian materi tersebut diintegrasikan dalam pola pikir, dan ditampilkan dalam bentuk profesionalisme (yang diharapkan) tanpa cacat. Setelah lulus pun masih harus distandarisasi melaluji Uji Kompetensi Dokter Indonesia, yang soalnya sebanyak 200 (semua soal cerita) dan harus selesai dalam waktu 200 menit. Bayangkan !

Entahlah…sampai kapan kerjasama manis masyarakat dengan FK bisa berjalan selaras.



UKHUWAH DALAM ISLAM, ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN
Selasa April 07th 2009, 14:52
Diarsipkan di bawah: religi

Di antara HAK-HAK SEORANG MUSLIM ATAS MUSLIM LAINNYA adalah :HAK UNTUK MENDAPATKAN NASIHAT DAN PENGAJARAN

Hak seorang muslim atas saudara seagamanya, merupakan kewajiban seorang muslim lain yang harus ditunaikan. Salah satunya adalah Hak tersebut adalah hak untuk mendapatkan nasihat dan pengajaran.
Nasihat dalam hal ini adalah agama, karena agama itu adalah nasihat (HR. Imam Muslim).
Beberapa dasar hukumnya :
* Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian sampai la mencintai saudaranya seperti la mencintai dirinya sendiri (HR. Anas bin Malik)
* Ingatlah ketika Allah mengambil janji dari orang-orang-orang yang diberi kitab Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya (Ali Imron 187)
* Barang siapa mengetahui sebagian saja/ sedikit ilmu Ai kitab hendaklah ia mengajarkannya. Janganlah kalian menyembunyikan ilmu, karena itu dapat mengaibatkan kebinasaan (Hasan bin Qatadah)
* Tidak dihalalkan bagi seseorang yang berilmu berdiam din dengan iimunya dan tidak dihalalkan bagi orang yang bodoh untuk berdiam din dengan kebodohannya (Muhammad bin Ka’ab)

Nasihat harus disampaikan dalam keadaan pertemuan empat mata, tidak satupun orang lain boleh melihatnya, karena seseorang yang menasihati salah seorang saudaranya dihadapan orang lain berarti telah keluar dari batas nasihat dan telah masuk kategori pelecehan. Semakin banyak yang mendengarkan nasihat itu semakin mencemarkan Hamba yang dinasihati.
“Barang siapa menasihati saudaranya secara sembunyi berarti ia benar-benar menasihati dan menghiasinya. Namun barang siapa menasihatinya secara terbuka. berarti la membuka aib dan merusaknya” (Imam Syafii)

Etika Nasihat yang diberikan setiap muslim kepada saudara sesama muslim :
1. Jauhkan nasihat dari tujuan mencari muka. Menasihati untuk kepentingan sendiri, untuk mewujudkan ambisi pribadi tidak akan membawa kebaikan karena tidak tutus dan tidak ikhlas.
2. Menahan diri dari sikap yang mengharuskan memberi nasihat untuk beberapa waktu untuk kemaslahatan agama dan keselamatan pelakunya dengan harapan kondisinya semakin balk. Seorang muslim jika melihat saudaranya melakuakn hal negatif hendaknya menahan diri hingga melihat bahwa perilakunya tidak mungkin lagi didiamkan, seperti jika ia terus menerus berbuat dosa atau kesalahan, itupun dengan syarat nasihat harus dilakuakn dengan empat mata.
3. Hendaklah aib yang dinasehatkan untuk ditinggalkan itu tidak disadari oleh pelakunya. Karena jika perilaku yang dinasehatkan disadari akan mengejutkan pelakunya. Jika dengan tidak disadari oleh pelakunya ini merupakan bentuk sikap kelemahlembutan seseorang kepada saudaranya
4. Hendaklah ditunjukan aibnya.Perjalanan menuju Allah haruslah senantiasa mencermati dirinya untuk mengetahui lebih dalam aib yang merintanginya. Oleh karena itu hendaklah ia selalu meminta kepada saudara-saudaranya untu rnenunjukan aib-aibnya
5. Yang dinasehati harus mencintai penasihatnya.. Nasihat yang diberikan kepada seseorang mempunyai maksud untuk mengantarkan kepad ridho Allah SWT. oleh karena itu hendaknya membuat simpati dan cinta yang mendalam kepada yang memberikan nasihat. Kalau yang terjadi sebaliknya, justru membenci akan menimbulkan sikap takabur lagi mendustakan dan memusuhi kebenaran. Biasanya hat itu tidak akan memunculkan kesadaran atas kelalaian kecuali setelah kesempatan memperbaiki diri hilang
6. Menahan diri dari menasihati atas sifat bawaaan seseorang. Kadang-kadang aib yang terdapat pada seseorang merupakan pembawaan yang tidak bisa dilepaskan. Pada kondisi ini nasihat tidak diperlukan jadi lebih balk didiamkan saja, akan tetapi saudaranya yang mengetahui harus ikut berusaha untuk menutupi aib itu, khususnya apabila aib itu disembunyikan pemiliknya
7. Hendaklah berlapang dada dan memaafkan. Pemberian maaf dan toleransi ini menyangkut hak pemberi nasihat. Pemberi nasihat harus mengalah untuk tidak menuntut haknya dengan penuh lapang dada dan toleransi

(Disampaikan oleh Hamba ALLAH dalam kultum pengajian di FKUB dan di Pengajian Jalan Dakwah inFacebook)



Kripik (baru) khas Malang
Jumat April 03rd 2009, 10:00
Diarsipkan di bawah: makan

Kalo ditanya kripik khas Malang apa saja….. pasti jawabnya kripik tempe dan kripik buah. Tapi ternyata ada satu lagi yang terlewat. Namanya KRIPIK PANGSIT. Tau sendiri kan….kota Malang kan juga terkenal dengan pangsit mie. Nah…ada aja tuh orang kreatif yang membuat pangsit ini jadi cemilan. Tidak persis pangsit itu sih, ada modifikasi, sehingga lebih enak. Plus…ditambah bubuk rasa macem-macem: seperti keju, BBQ, dll.
Hmm….bikin nagih nih kripik. Jadi hancur nih program dietnya…. :(

Ada yang mau…..?



Senin Nopember 10th 2008, 13:43
Diarsipkan di bawah: film

Demi God and Semi devil



Ada yang telat demam juga
Senin Nopember 10th 2008, 13:40
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Ternyata, virus telat demam ini juga melanda suamiku. Bahkan ini untuk yang kedua kalinya!
Untuk yang kedua kalinya…dia kecanduan nonton silat! Sekarang dia lagi kecanduan nonton Demi God and Semi devil versi tahun 1997. Katanya sih nostalgia. Tapi kok nyandu? Dibela-belain tidur ampe jam 2 pagi pula. (Yaa…persis sebagaimana aku telat demam HYD kemaren deh….!).
Dan dia berencana setelah ini mau nonton The Condor Heroes yang versi Andy Lau (lagi)!
OMG….virus telat demam ini parah banget.
Gimana cara ngatasinya ya ?



Telat demam…
Sabtu Nopember 08th 2008, 14:03
Diarsipkan di bawah: film

Pernah denger dorama/manga Hana Yori Dango (HYD)? Well…kalo belum pernah, ini adalah versi asli dari Meteor Garden. Meteor Garden tuh sinetron Taiwan yang heboh dengan Tao Ming She dkk itu deh….
HYD ini kebanyakan digemari ABG sekitar 2 tahun yang lalu.
Nah….di sinilah letak telatnya diriku.
Aku yang udah umur kepala 3 (2 digit), ternyata baru saja dilanda demam HYD ini. Ya nggak sampai ngumpulin pernak-pernih sih………
Tapi aku sampe bela-belain beli DVDnya (yg bajakan tentunya :D)…trus nonton ampe 2 kali! BAYANGKAN !
Malu dengan umr sih….tapi aku kan terpaksa harus mengakui hal ini supaya nggak ngganjel di hati….
Dan itulah gunanya blog ini.
Semoga aku menemukan orang2 yang telat demam seperti diriku….

Salam…



First experience
Rabu Nopember 05th 2008, 15:19
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Well… ini adalah kali pertama aku nulis di blogku….setelah berbulan2 tak tahu caranya…
(aduh…jadi ketahuan gatek!)
Thanks to adikku Wahyu yang wartawan Surya….yang mau ngajarin kakaknya yang gatek ini…
Sekian dulu……



bond, james bond
Rabu Nopember 05th 2008, 15:11
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

si jimbo memang tak lagi menggunakan kalimat kerennya, “bond, Jems Bond” atau minta vodka, “shaking, not stired” di Quanton of Solace..
tapi film ini tetep keren. jadi pecinta bond, ayo nonton Quantom of Solace